Showing posts with label Keharmonisan. Show all posts
Showing posts with label Keharmonisan. Show all posts

Friday, 26 February 2016

10 Alasan Kenapa Curhat Masalah Rumah Tangga Di Sosial Media Adalah Terlarang

Saat membaca judul, pasti ada saja yang protes, kesindir, malu-malu sendiri, macem-macem lah. Anda sendiri termasuk yang mana nih? Mudah-mudahan gak termasuk ya...hehehe

Sungguh, tidak ada sedikitpun niat saya untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. Tolong dipahami, saya hanya menuliskan masalah yang sering kali saya temui, dengan tujuan meraih manfaat yang sebesar-besarnya.

Nah, artikel saya kali ini bakal membahas perihal yang sangat umum terjadi, tetapi ini krusial. Kenapa? Nanti anda juga tahu, lanjutkan saja membaca gak usah banyak tanya! Haha...

Cukup intro nya, marilah ke masalah yang sebenarnya.

Di jaman serba digital ini, sosial media sepertinya sudah tidak bisa terpisahkan dari bagian aktifitas hampir semua orang. Tak jarang, masalah yang terjadi dalam rumah tangga seakan tidak afdol kalau tidak di share ke publik. Kalau menurut saya itu sangat tidak baik, bahkan terlarang.

Berdasarkan pandangan saya, inilah alasannya :

Alasan #1. Masalah Rumah Tangga Adalah Ranah Pribadi

Yang saya maksudkan curhat disini adalah seperti menulis status di facebook, twitter, bbm, dll. Bukan ngobrol di private massanger (chating). Mengenai masalah rumah tangga yang di share di ruang publik, seperti sosial media, tentu akan menjadi konsumsi publik.

Kalau sudah begitu, ini jadi bukan lagi bersifat pribadi. Yang ujung-ujungnya melahirkan gosip-gosip nggak jelas. Yang rugi siapa? Ya pemilik akun sendiri.

Lagian buat apa? Kalau dapat solusi mah ya alhamdulillah. Tapi, kebanyakan sih yang komen-komen itu malah yang sebelas-duabelas. Tukang curhat juga! Bukannya dapat solusi, malah ujung-ujungnya ngegosip. Hadeuh...

Alasan #2. Menambah Masalah

Coba deh anda bayangkan ya, kalau seandainya anda dipihak yang dicurhatin atau orang yang diomongin. Tiba-tiba anda baca status pasangan anda di sosmed, ternyata persis yang sedang anda ributkan dengan pasangan. Kira-kira perasaan anda bagaimana?

Bukannya menyelesaikan masalah, kejadian tersebut malah akan menambah masalah baru karena sikap anda yang tidak memperlihatkan kedewasaan. Siapapun, pasti tidak mau menjadi pihak yang disalahkan, terlebih masalah itu diketahui banyak orang.

Kalau lah memang lagi ada masalah, kenapa bukan dibicarakan dari hati ke hati? Bukan malah diumbar di sosial media.

Alasan #3. Menimbulkan Salah Paham

Status di sosmed itu kan umumnya tulisan, ditujukan ke siapa akan jadi samar-samar kalau tidak disebutkan untuk siapa. Sering sekali ada kejadian seseorang yang menyindir siapa, eh yang kesindir siapa.

Supaya tidak berujung salah paham, mending ya diam saja. Tidak usah share di sosmed, atau langsng saja tujukan ke orangnya biar jelas.

Alasan #4. Membuang-buang Waktu

Yang sering saya temukan adalah kejadian yang seperti ini. Seseorang (kebanyakan perempuan) bikin status di sosmed (misalnya facebook). Lalu beberapa detik kemudian ada yang komentar, bahkan sampai beberapa orang. Lalu, dia membalas satu persatu komentar itu.

Kalau sendainya ada 20 orang saja yang komentari status anda, berapa banyak waktu anda terbuang percuma hanya untuk membalas komentar mereka? Waktu yang sangat berharga, yang bisa anda gunakan untuk banyak sekali hal yang bermanfaat.

Akhirnya, aktifitas yang sebenarnya lebih penting jadi ter-abaikan akibat asyiknya anda meladeni banyak komentar yang tidak jelas arah tujuannya. Solusi? Ah boro-boro, kebanyakan orang iseng.

Alasan #5. Mengumbar Aib Pasangan

Sebelum anda menikah, pastilah diberi wejangan dulu soal kehidupan berumah tangga. Minimalnya, apa yang boleh dan tidak boleh. Nah, salah satu yang sangat tidak boleh adalah membuka aib pasangan anda pada orang lain. Kepada banyak orang? Lebih lebih lagi terlarang!

Apapun kekurangan pasangan anda, biarlah hanya anda dan Sang Pencipta yang tahu. Bukankah anda disukai, dihormati oleh orang lain itu karena Allah menutupi aib anda? Jadi pikirkan baik-baik sebelum anda berniat mengumbar aib pasangan anda ke sosial media.

Alasan #6. Mengundang Pihak ke-3 Untuk 'Masuk' Ke Ruang Pribadi Anda

Tahukah anda ada statement "curhat adalah PDKT terselubung"? Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga. Banyak pasangan yang akhirnya saling suka, berawal dari saling curhat. Kalau sama-sama single sih, nggak masalah.

Curhat di sosial media tentu akan mengundang sebagian orang (entah kesepian atau keganjenan) untuk masuk ke ruang pribadi anda. Biasanya, berawal dari niat membantu, ujung-ujungnya ya jadi pihak ke-3 antara anda dengan pasangan. Hati-hati...

Alasan #7. Wibawa Jadi Berkurang

Dengan adanya sosial media, kita jadi tahu kepribadian seseorang yang sebelumnya tersembunyi. Bisa jadi di kehidupan nyata dia sangat pendiam, tapi di dunia maya malah sebaliknya. Bisa jadi di kehidupan nyata sangat menjaga mulut, tapi di dunia maya tidak.

Seseorang yang menjaga wibawa nya, biasanya sangat pantang membicarakan masalah pribadinya kepada banyak orang. Karena hal itu hanya akan menjatuhkan wibawa. Kalaupun harus dibicarakan, harus menjadi inspirasi bagi yang mengetahuinya.

Alasan #8. Mengundang Reaksi Negatif

Ada yang senang melihat anda menderita, pasti ada! Ini adalah salah satu reaksi negatif orang lain terhadap apa yang anda lakukan. Orang yang sinis, orang yang tidak menyukai anda akan sangat senang mendapat berita jelek tentang anda. Lebih jauh lagi, itu bisa jadi 'amunisi' nya dia.

Contoh kasus adalah saat orang yang sangat menginginkan rumah tangga anda berantakan, tahu kalau hubungan anda sedang goyah. Bukan tidak mungkin itu adalah kesempatan yang dimanfaatkannya dengan sangat baik untuk memisahkan anda dengan pasangan.

Alasan #9. Mengundang Tindak Kriminal

Hampir sama dengan poin 8, cuman bedanya yang ini sama sekali tidak ada motif pribadi. Bisa jadi, seseorang dengan otak kriminalnya, memanfaatkan situasi tersbut untuk memperdaya anda sehingga masuk ke dalam jeratan.

Banyaknya terjadi tindak penipuan, penculikan, dan kriminalitas lainnya hanya disebabkan kondisi yang kurang lebih seperti diatas. Berawal dari curhat!

Alasan #10. Berakibat Fatal

Poin ke-10 ini boleh anda lihat sebagai kesimpulan dari poin-poin sebelumnya, atau akibat fatal lainnya. Seperti, dijauhi orang lain. Tidak disukai teman, tidak dipercaya lagi oleh orang lain. Bisnis online anda jadi sepi, dll.

Pesan saya : Kalau mau curhat, daripada di sosial media, mending sama orang yang sangat anda percaya dan bisa memberi solusi. Yang lebih mantap lagi, kalau mau curhat ya sama Allah saja. Lebih tertutup, lebih pantas, lebih afdhol. Selain itu, siapa yang akan menolong anda selain DIA?


Nggak terasa tangan sudah mulai pegel nih. Hehehe
Tapi mudah-mudahan ada manfaatnya buat anda. Boleh di share biar orang lain juga tahu.

Sekian dulu dari saya, wassalam.

Thursday, 18 February 2016

Jika Anda Merasa Tidak Bahagia, Anda WAJIB Baca Ini!!!

Anda pasti setuju kalau yang dicari oleh manusia di dunia ini adalah kebahagiaan. Anda cari uang, menikahi pasangan, mempunyai anak, bahkan beribadah, tujuan akhir dari semua itu apalagi kalau bukan kebahagiaan. Idealnya, ketika segala sudah dipunya, pasti bahagia. Tapi...

Mungkin anda pernah atau sedang mengalami hal ini :
- Punya istri cantik tapi tidak merasa bahagia
- Punya rumah mewah tapi selalu galau
- Penghasilan tinggi tapi tak pernah merasa tenang
- Sudah terkenal tapi malah tak bisa tidur nyenyak
- Setiap hari jalan-jalan keluar negeri tapi hati gelisah
- dan banyak lagi

Jujur, saya sendiri pernah mengalami salah satunya. Dulu saya mengira, setelah berganti status dari lajang menjadi suami akan serta merta menghilangkan kegusaran yang sering kali saya alami. Kenyataan berkata lain! Ternyata kesalahan itu ada pada saya. Karena saya tidak bisa menghadirkan kebahagiaan itu.

Kebahagiaan bukan semata masalah fisik (seperti hal materi, kecantikan,dll) atau bahkan psikis. Tapi lebih kepada bagaimana anda memaknai hidup. Lebih kepada seberapa manfaat anda untuk orang lain (khoirunnas anfa'uhum linnas - manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat untuk manusia).

Coba jawab ini...
- Anda diberi bonus oleh kantor atau anda menyumbangkan sebagian uang buat korban bencana, lebih bahagia mana?
- Anda naik gaji atau anda bisa membelikan mainan favorit anak anda, mana yang lebih bikin anda bahagia?
- Anda dapat hadiah tv atau anda ngasih makan seorang tuna wisma yang sedang kelaparan, mana yang lebih menggetarkan hati anda?
- Anda dapat hadiah umroh atau anda memberangkatkan orang tua anda umroh, mana yang lebih indah?

Dari keempat pertanyaan diatas, anda pasti jawab pilihan kedua. Ya, semua orang pasti bahagia saat mendapatkan sesuatu yang diinginkan, tapi memberikan sesuatu akan jauh lebih membahagiakan. Sebuah makna hidup! Kebermanfaatan.

Tapi saya ini lagi banyak masalah, apa mungkin bisa bahagia?
Bagi anda yang sedang diposisi seperti itu, percayalah...pasti bisa! Saya, anda, bahkan raja sekalipun tidak mungkin hidup tanpa masalah. Sesuatu yang anda pikir enak, tidak selalu faktanya demikian. Bahkan masalah yang dihadapi orang-orang besar akan jauh lebih rumit dari anda dan saya.

Sekali lagi saya katakan, bahwa ini bukan perkara fisik atau psikis. Tapi lebih kepada hati. Ya, hati...sekalipun anda dilanda masalah yang begitu dahsyat dan bertubi-tubi, yakinlah kalau hati anda cenderung kepada-Nya pasti anda bahagia (Fa innama'al 'usri yusron inna ma'al 'usri yusron - beserta kesukaran, ada kemudahan)

Banyak orang mengira kalau kekayaan dan popularitas adalah faktor kebahagiaan seseorang yang paling tinggi. Cobalah buka mata, berapa banyak selebritis terkenal yang kaya raya justru meninggal dengan cara bunuh diri, terutama di negara-negara barat. Penyebabnya apa lagi kalau bukan kehampaan.

Jadi, bagaimana supaya bahagia?
Jika anda tidak bisa memutuskan hari ini...saat ini...bahwa anda bahagia, maka anda akan sulit bahagia! Kalimat yang anda baca barusan itu saya dapat saat mengikuti seminar tahun lalu. Benar sekali, ini hanya soal memutuskan...apakah anda mau atau tidak.

Banyak hal diluar sana yang bisa membuat anda bahagia. Namun elemen terpenting tetap saja ada pada diri anda. Elemen bernama hati! Betapapun semua orang berusaha membuat anda tersenyum, hanyalah sia-sia kalau elemen itu tidak anda hadirkan.

Hal yang paling mendatangkan kebahagiaan buat saya adalah berbagi. Dengan berbagi, sejatinya itu akan menghadirkan cinta, yang selanjutnya kita sebut kebahagiaan.

Tidak terasa, saya sudah banyak ngomong, eh maksud saya nulis, hehehe. Ya mudah-mudahan mendatangkan manfaat untuk anda, kalau memang iya boleh anda share, dan kalau tulisan saya kacau, silakan tinggalkan komentar anda.

Sekian dulu dari saya, wassalam.

Friday, 2 October 2015

Percikan Cinta Dan Kebahagiaan Oleh Haidar Bagir

Selamat malam pembaca setia Blog Sepsum. Kali ini saya hanya ingin mengutip tulisan seorang sastrawan asal Solo tamatan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pasca sarjana Harvard University.

Pria religius yang berhasil menelurkan beberapa buku filosofi ini menginspirasi saya untuk menuliskan buah karyanya, yang bertemakan cinta di lingkungan keluarga. Pria yang mengaku selalu bahagia ini benar-benar menerapkan konsep kebahagiaan yang harus dipunyai semua orang.

Untuk lebih jelasnya, silakan disimak...

Manusia paling tepat didefinisikan sebagai pencinta. Dalam semua kesibukannya mencari apa-apa yang dikiranya merupakan sumber kebahagiaan hidup-harta, kekuasaan, popularitas-sesungguhnya yang dia cari adalah cinta. 

Hanya dengan mendapatkan cinta sejati, dia mendapatkan ketenteraman dan kebahagiaan hidup. Manusia hanya tak menyadari bahwa sesungguhnya, ketika mengejar harta, kekuasaan dan popularitas, semuanya itu adalah sarana untuk mendapatkan kebahagiaan. Bukan sumber kebahagiaan itu sendiri. 


Dia telah mengacaukan sarana dengan tujuan. Karena itu, tidak aneh jika banyak orang justru mengalami puncak kesedihan ketika berada di puncak kekayaan, kekuasaan, atau popularitas. Kenapa, karena harapannya kandas ketika ternyata semuanya itu terbukti tak memberikan kebahagiaan yang dicarinya. 

Dia pun menjadi bingung, kehilangan arah dan tak tahu lagi kemana harus mencari makna hidupnya. Yang banyak dilakukan orang kemudian adalah membenamkan diri lebih jauh ke dalam kesibukan gila-gilaan mencari lebih banyak lagi kesemuanya itu.

Yang diperlukan manusia modern sekarang ini adalah, pertama, menyadari bahwa cinta, dan hanya cinta, yang dapat membawanya pada kebahagiaan. Dan, selanjutnya, terus berjuang untuk membawa kehidupan ke arah yang dapat memberinya kesempatan untuk menyebarkan cinta sebanyak-banyaknya. 


Setiap orang boleh menikmati kenikmatan-kenikmatan apa pun. Seberapa banyak pun. Namun pada akhirnya, kebahagiaan terletak dalam kehangatan cinta, kekeluargaan dan persahabatan. 

Betapa banyak orang yang telah meraih kemakmuran yang memungkinkan untuk merasakan kesenangan-kesenangan hidup. Tapi, tetap saja ia dicekam oleh kesepian akibat ketiadaan kehangatan cinta kasih. 

Maka, tiada tempat yang lebih membahagiakan daripada berada di rumah kita masing-masing, yakni suatu tempat di mana kita merasa berada di tengah-tengah keluarga dan sahabat kita. Di tengah orang-orang yang paling kita cintai dan mencintai kita dengan ketulusan. 

Sementara lubuk paling dalam dari aspek empiris manusia adalah suatu diri yang bersifat sosial. Ia hanya dapat memperoleh teman yang memuaskan pada diri Socius atau Sahabat yang berada di dunia ideal. 

Para ahli psikologi menyebut manusia sebagai makhluk sosial, yang tak akan pernah bisa berbahagia jika hidup sendirian. Siapa pun butuh teman. Bahkan sesungguhnya setiap manusia adalah soul mate bagi manusia lain. 

Kita tahu bahwa semua manusia adalah keturunan satu orang, Bani Adam. Dilihat dari sini saja, sudah jelas bahwa setiap manusia adalah saudara manusia yang lain. 

Secara lebih khusus, laki-laki memiliki kecenderungan tambahan terhadap perempuan. Bukan saja sebagai saudara sesama manusia, perempuan memiliki daya tarik khusus karena Tuhan menciptakannya memiliki pasangan sifat-sifat laki-laki. 

Jika laki-laki cenderung lebih menggunakan rasio, perempuan cenderung lebih menggunakan perasaan. Demikian pula fisiknya. Perempuan menggenapkan apa yang tidak ada pada lelaki, dan sebaliknya. Itu sebabnya, ada dorongan kerinduan khusus antara laki-laki dan perempuan.

Jika boleh sedikit berfilsafat, kita bahkan bisa mengatakan bahwa setiap manusia-selain soul mate bagi manusia lain- adalah soul mate bagi setiap unsur dari alam semesta selebihnya. 

Sesungguhnya, alam semesta adalah saudara manusia. Kenapa? Karena sesungguhnya semua saja unsur alam semesta berasal dari sumber yang sama, yakni Tuhan. Manusia dan alam semesta adalah pengejawantahan dari Sumber Tunggal itu.

Akhirnya, Soul Mate sejati manusia adalah Tuhan sendiri, karena sesungguhnya manusia punya/dari Tuhan dan kembali kepada Tuhan. Innalillahi Wa inna Ilaihi Roji'un. 

Sehingga, meski pun tetap butuh manusia lain, laki-laki butuh perempuan dan sebaliknya, pada puncaknya kebutuhan sosial manusia hanya bisa tergenapi secara sempurna jika manusia berkawan dengan Tuhan.

Kesimpulan : 

Kita, manusia adalah mahluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Contohnya, anda butuh informasi dari postingan saya, saya butuh anda berkunjung ke blog saya. Hehehe

Bukan, bukan itu kok! Tuhan menciptakan kita sebagai saudara, karena Dia Tahu kalau manusia tidak bisa hidup sendirian. Harus bisa bersosial, harus bisa saling mencintai, membahagiakan. Apalagi dalam satu keluarga.

Itulah Percikan Cinta dan Kebahagiaan!

Oh ya, buat yang sulit bahagia, ada referensi nih mudah-mudahan membantu. Di buka yah >> Jika Anda Merasa Tidak Bahagia

Rupanya, cukup sigitu dulu biar nggak kepanjangan. Terima kasih, wassalam

Tuesday, 22 April 2014

Arti Sebuah Kesetiaan (Cerita Romantis nan InspiratifPart 2)

Ini lanjutan dari Arti Sebuah Kesetiaan silakan disimak...


Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata-kata: “sudah yang keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkan-nya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.


Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya: “Anak-anakku… Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah.. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian. 

Sejenak kerongkongannya tersekat, kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.”

“Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain? Bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”

Sejenak meledaklah tangis anak-anak pak suyatno. Merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa.

Disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio, kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru. Disitulah Pak Suyatno bercerita..” Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) itu adalah kesia-siaan”.

“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama. 

Dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…”

Karena memang kesetiaan itu amat mahal harganya, tentu tak setiap orang mampu berjalan di atasnya. 

Semoga kisah ini mengilhami kita untuk selalu ingat akan arti sebuah kesetiaan. Kalau kisah ini menginspirasi anda, boleh di share :)

Sekian dulu ya, wassalam :)

Monday, 21 April 2014

Arti Sebuah Kesetiaan (Cerita Romantis nan Inspiratif)

Kisah mengharukan ini saya ambil dari cerita motivasi yang saya unduh di google store. Bahkan saya tidak mengubah judulnya, supaya tulisan ini utuh sesuai aslinya. Saya tidak mengedit sedikitpun redaksi didalamnya. Karena kisah ini sangat menginspirasi dan memberi pemahaman tentang kesetiaan, makanya saya ingin share kepada anda, silakan menyimak.


Ini cerita nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia. Apa yg diutarakan beliau adalah sangat benar sekali. Silakan baca dan dihayati.

====
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak.

Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak keempat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga, seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja, dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum.

Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas waktu maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. 

Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang, bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.

Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari, ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah, sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu”.

Waduh, sayang sekali...karena kepanjangan, kisah ini dibagi jadi dua halaman. Hehehe, tapi nggak perlu kecele, tinggal klik aja >> Arti Sebuah Kesetiaan (Part 2)

Friday, 7 March 2014

Ketulusan Cinta Yang Abadi (Kisah Nyata Romantis Part 2)

Ini Dia lanjutan kisah Ketulusan Cinta Abadi silakan disimak



Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tak bisa menyaksikan keterampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. 

Kesadarannya naik turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan disekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri. Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar, Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan dzikir. Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat. Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi, dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis.

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak balik dari kediamannya ke Rumah Sakit. Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring diruang ICU. 

Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki yang berpenampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra. Pada hari ke-37 do'a Rafli terjawab. 

Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya mengucapkan syukur berulang-ulang dengan air mata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi. Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam do'a. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. 

Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu persatu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.



Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. 

Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli dengan upayanya yang terus menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya dimata Rafli. 

Setiap hari minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonoton biioskop, rekreasi kemanapun Nania harus ikut. 

Anak-anak seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun. Awalnya Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatap iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania kesana kemari.

Masih dengan senyum hangat diantara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. Baik banget suaminya! 

Lelaki lain mungkin sudah mencari perempuan kedua! Nania beruntung! Ya, meimiliki seseorang yang menerima dia apa adanya. Tidak, tidak cuma dengan menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. 

Tapi dia salah, sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan terus begitu. Hanya saja bukankah bisik-bisik itu sekarang berbeda bunyi?

Dari teras, Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan. Yah, 22 tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa ia syukuri. 

Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

Begitulah cinta dan ketulusan. Anda bisa merasakan kekuatan darinya ketika cinta itu berubah menjadi energi positif yang membangkitkan semangat hidup. Dan ketulusan, jangan anda mengabaikannya. Hal itulah yang mengikat cinta supaya menjadi abadi.

Terima kasih sudah berkunjung, semoga menginspirasi. Silakan share kalau seandainya bermanfaat.

Sunday, 2 March 2014

Ketulusan Cinta Yang Abadi (Kisah Nyata Romantis)

Kali ini saya ingin cerita tentang sepasang suami istri yang konon adalah kisah nyata. Saya mengambilnya dari aplikasi Cerita Motivasi yang saya unduh dari google store.  Entahlah, saya memang suka sekali kisah ini.

Dan begitu mengharukannya, saya sampai hampir menangis lho. Memang sih agak-agak mirip sinetron gitu, tapi insya Allah bisa menginspirasi anda. Saya tidak mengurangi atau mengedit sedikitpun dari versi aslinya (hanya menceritakan ulang). Selamat membaca...

===
Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang;

Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya, kenapa? Tanya mereka dihari Nania mengantarkan surat undangan.


Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon 15 watt.

Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik napas, mencoba bicara dan? Menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah Indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detail dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar bicara mendadak gagap.

Yang pertama terjadi tiga bulan yang lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap moment yang tepat karena semua berkumpul, sebab hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

Kamu pasti bercanda! Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari papa dan mama membuat Nania menyimpulkan: Mereka serius ketika mengira Nania bercanda.

Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan air mata mengambang di kelopak mata. Hari itu dia tahu keluarganya bukan sekedar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium 4. Parah, Tapi kenapa? Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat biasa..

Bergantian tiga saudara Nania mencoba membuka matanya. Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Dimana iman, dimana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaian hari ini?

Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dilihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak dimata mereka.

Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

Tidak ada lelaki yang mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania. Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka tak percaya.

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik papa dan mama. Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.

Cantik ya? Dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke-hari.

Tahun kesepuluh pernihakan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukan semacam obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat sehingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di Rumah Sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orang tua Nania masih belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tidak menunjukan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tida menit.

Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. Baru pembukaan satu, belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyelamatkan harapan.

Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasipun ditelannya. Bang? Rafli termangu. Iba hatinya sang istri memperjuangkan dua kehidupan. Dokter? Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar.

Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Karena satu dan lain hal, maka cerita bersambung ke halaman >> Ini

Saturday, 8 February 2014

Emosi Anda Sering Meledak-ledak? Jangan Sampai Keluarga Terkena Imbasnya

Seringkali, kita tidak sadar kalau emosi kita meledak-ledak nggak karuan. Iya kan? Keinginan yang tidak terpenuhi biasanya sering jadi pemicu ledakan itu. Akibatnya, tentu saja keharmonisan rumah tangga anda sedikit terganggu.


Saya berharap anda tidak sedang berada di lingkungan yang suka meledak-ledak seperti bom granat yang dilemparkan prajurit perang pada musuh. Atau justru anda yang mungkin suka meledak-ledak? 

Oke, saya tidak akan melarang, kalau anda mau meledak silakan saja. Tapi baiknya anda lakukan ditempat yang jauh dari rumah, dilaut atau ditengah hutan. Agar bisa kontes sama gorila. Hahaha!
Sejenak mari kita berpikir, sebenarnya apa sih penyebabnya? Dari mana asal kemarahan itu, apa dari orang lain atau justru dari dalam diri kita sendiri? Sebagian besar saya yakin berasal dari dalam diri kita sendiri.

Zaman sekarang segalanya serba mudah, jadi ada sedikit saja kesulitan, bisa menyebabkan emosi seseorang gampang naik, jadi tidak stabil. Contohnya, gara-gara remot hilang saja, seseorang sampai uring-uringan. 

Sadar atau tidak, sebenarnya kemarahan sering kali menyebabkan penyesalan di akhir. Iyalah di akhir, kalau di awal kan namanya DePe. Hehehe! Nah, mungkin anda pernah mengalami kejadian yang tak bisa lupa seumur hidup akibat ledakan dirumah anda, entah itu dari orang tua/mertua, pasangan, atau justru anak anda. Bukankah itu efek psikis yang susah sekali dihilangkan?

Sekarang saya ingin anda bayangkan, kira-kira apa yang terjadi di kemudian hari seandainya anak anda setiap hari dibombardir dengan kemarahan-kemarahan anda. Emosi yang meledak-ledak itu akan tersimpan dalam memori anak anda dan hasilnya adalah kebencian, dendam, berontak, dan sederet sifat-sifat buruk lainnya yang mungkin terjadi. 

Bisakah anda memperbaiki hal itu dan mengembalikan mereka menjadi anak yang ceria? Atau tidakkah hal itu akan mlahirkan masalah-masalah besar dikemudian hari yang efek domino nya menimpa anda? Pikirkan itu baik-baik.

Kemarahan bisa diredam, emosi bisa dikendalikan. Malah jika anda sudah mampu melakukan hal itu, percayalah besok anda akan merasakan suasana berbeda, kehangatan yang berbeda ditengah-tengah keluarga anda. Malah, hal itu baik untuk karier anda. Dan percayalah, tak ada masalah yang selesai dengan kemarahan, malah akan menambah masalah baru.

Semoga bermanfaat, silakan share/bagikan ke teman-teman anda seandainya tulisan ini akan bermanfaat untuk mereka. Terima kasih sudah berkunjung

Saturday, 4 January 2014

Terkadang Menjadi Kanak-kanak Itu Perlu!

Anda sebagai orang dewasa, yang setiap hari berkutat dengan pekerjaan, masalah rumah tangga, kemacetan, masalah keuangan dan lain-lain tentu sudah akrab dengan yang namanya 'stres'. Yah kata ini memang sangat familiar di telinga kita, sampai-sampai banyak kasus bunuh diri gara-gara si stres itu.

Kalau sudah begitu, siapa yang bisa menolong? Nah, kita yang masih hidup jangan sampai mengalami hal konyol seperti itu. Nyawa cuma satu kok dibuang-buang, mau beli dimana juga nggak bakalan ada yang jual. hehehe


Kemana kita pergi, masalah akan selalu hinggap di sekitar kita. Namanya juga orang dewasa, yah harus siap. Kalau tidak siap, yah jangan jadi orang dewasa, jadi anak kecil saja sampai tua. hehehe

Masalah tidak pernah hinggap pada anak-anak, stres tidak pernah menyerang anak-anak. Kenapa? yah karena mereka tidak pernah punya masalah. Betul kan? hehehe

Mari kita simpulkan untuk sebuah keutamaan. Halah serius amat...

Begini, sekali-sekali kita juga perlu bertingkah seperti anak-anak. Jangan jadi orang dewasa terus, jangan jadi orang dewasa sepanjang hari, jangan jadi orang serius melulu. Sekali-sekali jadilah kanak-kanak.

Maksud saya bukan anda balik ke masa kecil, jadi balita lagi, di asuh orang dewasa, ngompol dimana-mana. hehehe... Pahamilah kalau stres itu tak akan sampai ke level tinggi kalau kita selalu me-refresh otak kita sesering mungkin. Stres dalam tingkatan rendah masih bisa dikendalikan dengan kembali menjadi kanak-kanak.

Mereka itu (anak-anak) cenderung cepat sekali melupakan tangisan. Contoh, kakak-adik berebut mainan sampai si adik menangis karena kalah rebutan. Tak lama kemudian orang tua membujuk si kakak untuk baikan, dalam beberapa menit mereka akur lagi.

Coba, apa bisa kita seperti mereka? Orang dewasa cenderung ada sifat dendam, yang semakin membuat pikiran mereka terus bekerja untuk mengejar ambisi, kadang melupakan keluarga, melupakan sahabat, lebih parah lagi melupakan Tuhan, akibatnya adalah stres.

Lupakan sejenak masalah anda untuk menemukan cara imajinatif untuk menyelesaikannya seperti imajinasinya anak-anak. So...jadilah kanak-kanak, menjadi kanak-kanak juga berarti menjadi pribadi yang menyenangkan seperti anak kecil. Walaupun kadang nyebelin, tapi ngangenin kan?

Jika tulisan ini anda rasa bermanfaat, silakan share. Pahala besar untuk anda yang peduli sesama :)