Mungkin anda adalah salah satu pengguna jasa babysitter atau pengasuh, atau setidaknya pernah sesekali mencari seseorang atau saudara yang anda jadikan babysitter? Atau anda sendiri yang berprofesi sebagai babysitter? Hehehe. Gapapa, selama halal dan anda nyaman sih jalani saja. Nah, disini saya ingin berbagi tips, yang mungkin saja bermanfaat kalau anda memang sedang mencari babysitter. Ini adalah hasil pengamatan saya, karena babysitter adalah sosok penting yang tidak boleh anda pandang sebelah mata.
Baiklah, saya ingin tanya dulu sama anda (khusus ibu-ibu), jika anda dihadapkan pada situasi harus memilih antara karir atau anak, mana yang anda pilih? Pertanyaan simpel yang maknanya luar biasa. Bukan apa-apa, anak usia 0-2 tahun itu kan usia emas perkembangan otak anak. Nah, jangan sampai anda menyia-nyiakan kesempatan berharga ini ketika salah memilih babysitter. Bukankah orang yang paling dekat dengan si anak akan lebih mempengaruhi sifat dan prilakunya? Oke, sekarang waktunya anda simak beberapa hal berikut :
1. Agama. Jangan sekali-sekali meremehkan persoalan ini, karena agama adalah landasan seseorang untuk bisa lebih dipercaya, lebih punya kesabaran, dan akan menularkan attitude serta kebiasaan-kebiasaan baik kepada sang anak, termasuk bahasa. Caranya? Coba cari dulu orang dekat, boleh juga kerabat/saudara yang pengetahuan agamanya cukup, kalau bisa yang benar-benar ta'at. Selanjutnya anda boleh tes dengan cara anda sendiri, atau perhatikan kesehariannya apakah mencerminkan seorang yang ta'at.
2. Fisik. Setelah anda mantap dengan point 1, maka hal berikutnya adalah perhatikan fisik dan mungkin riwayat kesehatannya. Jangan sampai sudah beberapa bulan baru ketahuan kalau babysitter anda ternyata menderita penyakit menular seperti TB paru. Atau misalnya penyakit kulit yang tidak kelihatan, dll. Anda bisa tanya ke orang-orang terdekat, apakah itu tetangganya atau langsung ke orangnya. Pastikan kalau dia benar-benar jujur.
3. Psikis. Seringkali, saking butuhnya babysitter atau pengasuh, kita asal comot orang. Mending kalau baik, nah gimana seandainya ternyata orang tersebut ternyata gampang stres, atau mudah hilang konsentrasi, atau mudah rapuh (kok kaya judul lagu ya? hahaha). Intinya mudah galau lah. Untuk menghindari hal-hal seperti itu anda boleh ajak bicara, sesekali tanyakan hal-hal pribadi. Orang yang sensitif biasanya menghindari percakapan ke arah itu kalau punya masa lalu yang buruk dan bikin galau.
4. Sikap. Point ini memang amat penting, tapi masih terintegrasi dengan point satu. Karena biasanya orang yang agamanya baik, tentu sikapnya baik. Eits, tunggu dulu. Kadang-kadang seseorang yang mengerti agama tidak selalu benar-benar menguasai sikap. Nah, anda bisa tahu hal ini dari cara dia memperlakukan si buah hati. Adakan masa training, 1-2 minggu atau sebulan. Perhatikan, atau suruh orang lain memperhatikan. Misalnya pembantu kita atau tetangga. Jangan mertua kita suruh, nggak bakalan ngaruh.
5. Skill. Nah, sengaja saya taruh di point 5 karena kalau point 1-4 dimiliki, anda sudah bisa tenang. Point 5 hanya masalah teknis, dan itu bisa anda lakukan dengan melatih. Anda boleh menetapkan aturan-aturan, atau membicarakan apa saja hal penting yang harus dilakukan. Dan lama-kelamaan pasti orang tersebut akan menguasai kendati pada awalnya ada sedikit kaku.
Rupanya lima point diatas sudah cukup merefresentasikan juga memberi gambaran tentang bagaimana idealnya seorang babysitter atau pengasuh bayi anda. Saya hanya ingin mengingatkan, ketika karir anda menanjak, bisnis anda melejit, tolonglah jangan sampai si buah hati yang jadi korban. Kedekatan anda bersama anak-anak anda jauh lebih berharga bagi mereka. Hal ini juga saya bahas di artikel terdahulu yang mungkin juga bermanfaat buat anda >> Cinta Dibalik ASI.
Mudah-mudahan bermanfaat, kalau masih betah silakan baca juga yang lain yah. Silakan share, atau komentar juga boleh. Terima kasih sudah berkunjung :)

sikap paling penting nih , bahaya klo sikapnya ga bner
ReplyDeletebener bgt gan. bahaya kalo sikapnya kaya orng kurang waras, bisa nular. wkwkwkwk
ReplyDelete