Showing posts with label Buah Hati. Show all posts
Showing posts with label Buah Hati. Show all posts

Saturday, 5 April 2014

Anak Indigo Bukan Kelebihan. Hati-hati!

Saat dengar kata indigo, apa sih yang anda pikirkan? Seorang anak yang pintar meramal, punya indera ke-6, bertingkah kurang wajar, melihat mahluk ghaib? Anda pasti terkagum-kagum, bahkan mungkin ingin anak anda seperti itu. Tapi, tahukah anda bahwa sebenarnya yang mereka sebut indigo itu bukanlah suatu kelebihan? Terus apa dong kalau bukan kelebihan... Nah, baiknya kita simak aja materi yang satu ini mudah-mudahan menambah wawasan.

Indigo, sering kita menganggap hal yang sangat luar biasa seakan-akan hal itu sebuah berkah. Dalam pandangan masyarakat, seorang anak indigo adalah anak istimewa yang memiliki keberuntungan dibanding anak-anak lain. Tadinya, saya pun beranggapan begitu. Bahkan sesekali saya membayangkan betapa asyiknya punya kekuatan seperti berinteraksi dengan alam ghaib, meramal, dan hal-hal istimewa lainnya. Nah, setelah saya nonton tayangan Khazanah di Trans7, pikiran saya terbuka bahwa saya salah.
Berdasarkan penuturan ustadz Adam Amrullah (seorang pelatih ruqyah syar'iyah) bahwa indigo atau sejenisnya justru membahayakan anak yang mengalaminya. Apa yang kita pikirkan sebagai kelebihan, justru menjadi hal yang sangat menganggu untuk si anak. Bayangkan saja anda setiap hari melihat mahluk ghaib disekitar anda, dengan bentuk yang menyeramkan. Ustadz Adam pernah mengalami hal itu sewaktu kecil, yang akhirnya bisa disembuhkan setelah mempelajari buku tauhid.

Terkait dengan kemampuan meramal, dalam hal ini jin adalah aktor dibalik semua itu. Seperti kita tahu bahwa segala kejadian sudah tertulis di kitab lauh mahfud. Dengan segala kecerdikannya, jin berhasil mencuri informasi tentang peristiwa yang akan terjadi lalu mengabarkannya kepada manusia, kadang mereka mengaku arwah leluhur. Pada akhirnya, mereka (bangsa jin) hanya ingin kita mempercayai mereka. Dengan begitu, mereka berdaya untuk mengendalikan dan menyesatkan manusia.

Dibawah ini saya sisipkan video youtube penuturan ustadz Adam, mudah-mudahan menginspirasi anda. Sepertinya, bahasan tentang indigo ini masih sangat panjang, tapi tak mungkin lah saya ceritakan dalam satu halaman. Yang ada, baru lihat tulisan yang bejibun jadinya malas baca. Hahaha! Akhir kata, terima kasih sudah berkunjung. Silakan buka judul-judul yang lain. Sampai ketemu yaah...


Tuesday, 1 April 2014

Perdagangan Bayi Onlen Modus Adopsi

Kenapa yah, setiap nyimak berita di tv, selalu tiap hari itu ada saja berita yang bikin merinding. Seperti yang sekarang mau kita bahas, Perdagangan Bayi Onlen. Hari gini orang-orang yang sudah terbiasa hidup dari hasil kriminalitas, makin pintar mencari celah untuk berbuat kriminal. Perdagangan bayi, atau termasuk juga human trafficking mungkin sudah tak asing ditelinga anda, tapi kalau via onlen/internet, modus adopsi? Benar-benar canggih dan apik.

Beberapa hari yang lalu saya mendapati berita tentang perdangan bayi via internet di tv nasional. Anda yang saban hari nongkrongin tv, saya yakin sudah tahu hal ini. Nah, bagi anda yang sibuk buanget, sampai gak sempat nyalain tv (wah, LED tv nya kasih saya aja. Hehehe) saya mau bagi-bagi info nih. Jangan-jangan anda yang mau adopsi anak, malah jadi korban para kriminal ini.
Kejadian penculikan bayi di Bandung baru-baru ini yang melibatkan seorang wanita berinisial DS, menyamar sebagai dokter di RS Hasan Sadikin - sangat nekat bukan? Untung lah perempuan itu segera ditangkap setelah mencoba bunuh diri di sebuah jembatan daerah pasirkaliki, Bandung. Kejadian ini sontak menggegerkan warga Bandung. Bagaimana tidak, siapapun yang hendak melahirkan pasti takut hal ini menimpa mereka. Apalagi kejadiannya itu terjadi di Rumah Sakit yang terbilang favorit di Bandung.

Kejadian yang paling miris adalah saat saya dengar berita tentang perdagangan bayi yang dilakukan via onlen. Kalau tidak salah, hal itu terjadi di China. Negara yang memberlakukan aturan satu keluarga satu anak ini ternyata memicu orang-orang tak bertanggung jawab mencari celah, yaitu memperdagangkan bayi dengan modus adopsi dan harga yang sangat murah yaitu sekitar 4-10 juta/bayi. Mereka menggunakan situs-situs adopsi untuk mencari calon pelanggan di dunia maya, karena adopsi menjadi sebuah kata yang menyembunyikan kejahatan mereka sampai akhirnya terungkap.

Hal serupa juga terjadi di Jakarta, berita yang dilansir dnaberita.com menceritakan bagaimana kejahatan ini terjadi di dumay (dunia maya). Mengenai kebenarannya silakan cek sendiri.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah, dengan meningkatkan kewaspadaan kita terhadap berbagai celah kejahatan dunia onlen yang tersembunyi seperti hal diatas, semoga menghindarkan kita dari hal-hal yang tak diinginkan. Juga bagi anda yang memang menanti kelahiran si kecil untuk selalu mendampingi pasangan, dan mungkin ini bermanfaat >> Cinta Dibalik ASI Terima kasih sudah berkunjung :)

Friday, 28 March 2014

Bawa Si Kecil Ke Masjid

Balita adalah mahluk terlucu sejagat, apalagi itu anak anda sendiri, iya kan? Nggak usah diragukan lagi lah, saya saja yang belum punya momongan mengakui kok. Walaupun begitu, saya sengaja menahan diri untuk tidak menginginkan dulu momongan. Iya, karena saya masih lajang atau belum beristri. Hahaha!

Cerita sedikit yah, kebetulan saya punya ponakan balita, sekitar satu setengah tahun. Kata orang sunda itu "kembang buruan" (lagi lucu-lucunya). Saking dekatnya, hampir-hampir saya bagaikan punya anak. Dari sekian rentetan kegiatan mengurus anak, yang belum pernah saya lakukan hanya memandikan. Sampai-sampai, lebih dari sepertiga waktu senggang saya dihabiskan sama ponakan saya itu. Benar-benar calon bapak sejati. Hahaha!
Tidak sekedar cerita, yang lebih penting nya adalah. Hampir setiap kali saya ke masjid, ponakan saya ikut. Yah, kadang berisik kalau dimasjid tapi saya sangat menganjurkan anda yang punya anak balita untuk sering-sering bawa si kecil ke masjid. Sebaiknya anda juga rutin donk, masa kalah sama balita? Hehehe. Penting lho mengenalkan si kecil dengan kegiatan-kegiatan ibadah, terutama shalat. Hal yang sangat sering dilihat dan diajarkan pada mereka, insya Allah akan terpatri di otaknya.

Secara tidak langsung, hal itu mengajarkan mereka untuk mengenal agama sejak dini. Kalau anda konsisten melakukannya sampai mereka masuk sekolah. Dijamin tak akan sulit mengajarkan agama atau hal-hal baik pada anak anda. Penting untuk mereka supaya nyaman dan betah berada di masjid, bukan di mall atau Time Zone. Sesekali haruslah memang perkenalkan mereka dengan permainan, seperti yang saya bahas di >> Gamers Cilik Biasanya Berprestasi. Cuman, yah sewajarnya lah... Pendidikan agama kan tetap lebih utama.

Mengajarkan agama sejak mereka masih sangat dini, berarti anda punya kesempatan yang sangat bagus untuk kelak mendapati anak anda soleh/solehah. Yah, begitu lah caranya, dan bukan mengganti nama anak jadi soleh. Bayangkan kalau nama lelaki semuanya sholeh mungkin jadinya akan begini waktu anda titip pesan : "Nak sholeh, tolong sampaikan ke kek sholeh, ntar malem ditunggu di rumah bang sholeh sama ncang soleh. Jangan lupa kasih tau kak sholeh sama uwa sholeh". Orang yang disuruhnya bilang, hiduup sholeh!!! Hahaha.

Alhamdulillah, apa yang mau saya sampaikan tercurah juga di artikel ini. Hehehe! Semoga bermanfaat untuk anda, jangan lupa share yah. Silakan baca juga yang lain kalau masih betah. Makasih yah udah berkunjung.


Sunday, 16 March 2014

Jangan Asal Pilih Babysitter

Mungkin anda adalah salah satu pengguna jasa babysitter atau pengasuh, atau setidaknya pernah sesekali mencari seseorang atau saudara yang anda jadikan babysitter? Atau anda sendiri yang berprofesi sebagai babysitter? Hehehe. Gapapa, selama halal dan anda nyaman sih jalani saja. Nah, disini saya ingin berbagi tips, yang mungkin saja bermanfaat kalau anda memang sedang mencari babysitter. Ini adalah hasil pengamatan saya, karena babysitter adalah sosok penting yang tidak boleh anda pandang sebelah mata.

Baiklah, saya ingin tanya dulu sama anda (khusus ibu-ibu), jika anda dihadapkan pada situasi harus memilih antara karir atau anak, mana yang anda pilih? Pertanyaan simpel yang maknanya luar biasa. Bukan apa-apa, anak usia 0-2 tahun itu kan usia emas perkembangan otak anak. Nah, jangan sampai anda menyia-nyiakan kesempatan berharga ini ketika salah memilih babysitter. Bukankah orang yang paling dekat dengan si anak akan lebih mempengaruhi sifat dan prilakunya? Oke, sekarang waktunya anda simak beberapa hal berikut :

1. Agama. Jangan sekali-sekali meremehkan persoalan ini, karena agama adalah landasan seseorang untuk bisa lebih dipercaya, lebih punya kesabaran, dan akan menularkan attitude serta kebiasaan-kebiasaan baik kepada sang anak, termasuk bahasa. Caranya? Coba cari dulu orang dekat, boleh juga kerabat/saudara yang pengetahuan agamanya cukup, kalau bisa yang benar-benar ta'at. Selanjutnya anda boleh tes dengan cara anda sendiri, atau perhatikan kesehariannya apakah mencerminkan seorang yang ta'at.

2. Fisik. Setelah anda mantap dengan point 1, maka hal berikutnya adalah perhatikan fisik dan mungkin riwayat kesehatannya. Jangan sampai sudah beberapa bulan baru ketahuan kalau babysitter anda ternyata menderita penyakit menular seperti TB paru. Atau misalnya penyakit kulit yang tidak kelihatan, dll. Anda bisa tanya ke orang-orang terdekat, apakah itu tetangganya atau langsung ke orangnya. Pastikan kalau dia benar-benar jujur.

3. Psikis. Seringkali, saking butuhnya babysitter atau pengasuh, kita asal comot orang. Mending kalau baik, nah gimana seandainya ternyata orang tersebut ternyata gampang stres, atau mudah hilang konsentrasi, atau mudah rapuh (kok kaya judul lagu ya? hahaha). Intinya mudah galau lah. Untuk menghindari hal-hal seperti itu anda boleh ajak bicara, sesekali tanyakan hal-hal pribadi. Orang yang sensitif biasanya menghindari percakapan ke arah itu kalau punya masa lalu yang buruk dan bikin galau.

4. Sikap. Point ini memang amat penting, tapi masih terintegrasi dengan point satu. Karena biasanya orang yang agamanya baik, tentu sikapnya baik. Eits, tunggu dulu. Kadang-kadang seseorang yang mengerti agama tidak selalu benar-benar menguasai sikap. Nah, anda bisa tahu hal ini dari cara dia memperlakukan si buah hati. Adakan masa training, 1-2 minggu atau sebulan. Perhatikan, atau suruh orang lain memperhatikan. Misalnya pembantu kita atau tetangga. Jangan mertua kita suruh, nggak bakalan ngaruh.

5. Skill. Nah, sengaja saya taruh di point 5 karena kalau point 1-4 dimiliki, anda sudah bisa tenang. Point 5 hanya masalah teknis, dan itu bisa anda lakukan dengan melatih. Anda boleh menetapkan aturan-aturan, atau membicarakan apa saja hal penting yang harus dilakukan. Dan lama-kelamaan pasti orang tersebut akan menguasai kendati pada awalnya ada sedikit kaku.

Rupanya lima point diatas sudah cukup merefresentasikan juga memberi gambaran tentang bagaimana idealnya seorang babysitter atau pengasuh bayi anda. Saya hanya ingin mengingatkan, ketika karir anda menanjak, bisnis anda melejit, tolonglah jangan sampai si buah hati yang jadi korban. Kedekatan anda bersama anak-anak anda jauh lebih berharga bagi mereka. Hal ini juga saya bahas di artikel terdahulu yang mungkin juga bermanfaat buat anda >> Cinta Dibalik ASI.

Mudah-mudahan bermanfaat, kalau masih betah silakan baca juga yang lain yah. Silakan share, atau komentar juga boleh. Terima kasih sudah berkunjung :)

Sunday, 23 February 2014

Obat Tradisional Lebih Aman Untuk Si Buah Hati

Terus terang saja, tulisan ini adalah bentuk keprihatinan saya untuk anak-anak (balita) di lingkungan saya. Bukan kelaparan, bukan kekerasan, bukan pelecehan. Ini soal obat-obatan kimia atau saya sebut Racun begitu mudahnya diberikan pada anak-anak. Terutama anak-anak dibawah usia lima tahun atau balita. Kalau anda perhatikan di tempat-tempat seperti RSU, Klinik, Puskesmas, dll maka pasien anak-anak hampir 50% dan 3/4 dari yang 50% itu adalah balita.


Saya ingin sedikit mengupas tentang obat-obatan yang biasa anda berikan untuk anak anda. Mungkin ini bukan hal baru, tapi sebagian dari anda pasti butuh informasi seperti ini. Suatu waktu, saya pernah membahas tentang jenis-jenis obat dengan salah seorang pegawai Puskesmas yang kebetulan dia seorang lulusan farmasi, dan termasuk pegawai senior. Dia menuturkan bahwa obat yang kita konsumsi selama ini yang berbentuk pil itu asalnya dari serbuk yang kemudian dipadatkan dengan menambahkan semacam lem untuk perekat. Saya tercengang mendengar hal itu, jujur saya baru tahu tentang hal itu. Untung saya jarang minum obat-obatan kalau sakit. Hehehe


Lalu apa bedanya dengan obat herbal? Saya tanya begitu. Sebetulnya sih nggak terlalu beda, karena obat kimia juga bahannya itu-itu juga, yah dari tumbuhan juga. Hanya saja dalam memprosesnya yang beda, ditambah yang tadi itu. Supaya bisa terbentuk pil maka ditambahkanlah perekat semacam lem. Bulu kuduk saya langsung merinding kaya melihat setan! Hihihi...

Usut punya usut, ternyata negara-negara barat sudah jauh-jauh hari melarang warganya memberikan obat-obatan kimia pada anak yang masih bayi. Mengenai hal itu saya sangat-sangat setuju, karena memang obat kimia yang anda berikan pada si buah hati lama-lama akan menjadi Racun yang mengendap di tubuh bayi. Karena fungsi obat bukan menghilangkan penyakit, hanya menghilangkan rasa nyeri. Kalau mau sehat saya sarankan untuk mulai rutin mengkonsumsi madu dan sari kurma, juga untuk si kecil.

Kalau terpaksa anda harus memberi obat, sebaiknya yah cari yang herbal atau obat-obatan tradisional. Itu jauh lebih baik dan lebih aman. Selanjutnya sikapilah musibah anak sakit ini sebagai warna-warni kehidupan. Tidak usah stres lalu melampiaskan dengan minum oli. Saya sangat tidak menganjurkan! Hahaha

Rupanya sekian dulu, semoga bermanfaat. Silakan share ke teman-teman anda dan saya tunggu coment nya :D

Terima kasih sudah berkunjung :)

Monday, 17 February 2014

Internet Buat Anak, Sehatkah?

Internet adalah sebuah fenomena zaman yang tak terelakkan di abad 21. Internet seakan menjadi hal yang sangat urgen di lingkungan kita, bahkan di dunia anak-anak. Apa sih, manfaatnya internet buat anak-anak? Apa benar mereka butuh yang namanya internet? Sebelum ke sana, sebaiknya simak dulu cerita berikut ini yang bertema kan internet.

Bi Oneng adalah pemilik warung nasi sedangkan Joko, seorang sales sebuah perusahaan elektronik yang kebetulan mampir ke warung bi Oneng dan memesan menu kesukaannya. Dengan sigap bi Oneng melayani pesanan Joko, tak lama kemudian pesanan dihidangkan. Dari pertama duduk, sampai selesai makan Joko tak henti-hentinya meng otak-atik iPad miliknya. Maklum lah, jaman sekarang kan gadget itu
sudah jadi teman hidup (selain istri/suami) hehehe. Terjadilah percakapan antara keduanya :
Bi Oneng : Mas, itu apaan sih? Saya kok baru lihat (maklum pok oneng sibuk di warung jarang nonton tv)
Joko : Ini namanya iPad mbak. Fungsinya seperti komputer, bisa main game, bisa internetan juga.
Bi Oneng : Oh, kalo game tau. Nah, internet tuh apa? Bukannya indomie+telor pake kornet?
Joko : Hahaha. Yang ini beda mbak, internet bisa buat cari informasi, ngobrol di fesbuk, buat dagang juga bisa mbak. Banyak kok yang dagang di internet, lebih cepet laku lho...

Bi Oneng : Ah yang bener? Emang alat itu harganya berapa, bibi mau beli kalo bisa bikin dagangan jadi laku!

Joko : Oh ini sih sekarang harganya sekitar 5-7 jutaan. Tapi mbak juga harus beli paket internetnya biar bisa onlen. Sekitar 50-100 rebuan tergantung kecepatan.
Bi Oneng : Hmmm....oke oke, beli satu lah (sambil mengluarkan uang dari sakunya)
Joko : Mau yang mana mbak? iPad atau merk biasa yang harganya miring? Saya anter ke otlet kami...
Bi Oneng : Saya beli internet nya aja yang 50 rebu. iPad nya nggak jadi ah, Muahaaaalll. Nih uangnya...
Joko : Hadeuuuhhh......

Pernahkah anda mendapati anak anda mantengin komputer seharian untuk sekedar menikmati game online? Atau pernah kan mereka sampai keseringan minta uang jajan yang ternyata jajanan mereka adalah game online? Hmmmm...mudah-mudahan tidak sampai seperti itu yah. Saya jadi miris melihat fenomena seperti ini, tak bisa dibayangkan masa depan mereka seperti apa. Yang lebih parah adalah kalau mereka sudah berani membolos demi internet, demi game online.

Saat ini internet memang bak makanan ringan yang orang-orang seperti tak bisa hidup tanpanya. Termasuk saya, hehehe! Yah apa salahnya kalau selama internet itu memang bermanfaat seperti sekarang ini. Saya posting artikel, anda baca artikel. Kan sama-sama gak ada kerjaan. Hahaha!

Terutama pada anak-anak, mari kita sikapi internet ini dengan bijak. Di sekolah, anak-anak sekarang dijejali tugas-tugas yang mengharuskan mereka terus berinteraksi dengan internet. Bagus sih, tapi coba perhatikan apakah mereka benar-benar menggunakan seluruh waktu dan uang yang anda berikan untuk menyelesaikan tugas? Sekali-sekali coba awasi dan sedikit kurangi privasi mereka ketika berinteraksi dengan internet. Bukan apa-apa, sudah banyak kasus penculikan dan orang hilang yang sebabnya adalah berinteraksi dengan orang tak dikenal di internet, dan hampir semua korbannya adalah remaja putri.

Tanpa harus mengekang kegiatan mereka, kita bisa lebih intens terhadap keselamatan anak-anak. Anda punya cara sendiri-sendiri, dan kedekatan emosional antara anak dengan orang tua adalah yang paling efektif. Sekian dulu, semoga tulisan saya bermanfaat. Silakan share seandainya anda ingin orang lain juga merasakan manfaatnya. Terima ksaih atas kunjungan anda.

Saturday, 1 February 2014

Bandel? Boleh Boleh Aja!

Udin, anak kelas 3 SD yang bandelnya bukan kepalang plus suka berkata jorok. Walaupun masih kecil, tak jarang dia mengeluarkan kalimat-kalimat yang kurang pantas untuk anak seusianya. Mungkin boleh dibilang dewasa sebelum waktunya. Hal itu membuat geram guru-gurunya terutama bu Ani, guru B. Indonesia. Bagaimana tidak, setiap diminta membuat kalimat selalu saja Udin membuat kesal guru. Suatu hari, bu Ani kembali mengajar pelajaran B. Indonesia.


Bu Ani : Coba, siapa yang bisa membuat kalimat yang diawali huruf C?

Udin : Saya buuu!!
Bu Ani : (Mengabaikan udin) hm...silakan Doni!
Doni : Cangkir saya isinya teh manis.
Bu Ani : Bagus! Sekarang dari huruf G, siapa yang bisa?
Udin : Saya buuu!!
Bu Ani : (Lagi-lagi mengabaikan udin) oh, silakan Marni!
Marni : Garuda adalah lambang negara kita
Bu Ani : Bagus! Terakhir, dari huruf Z, siapa yang bisa?
Udin : Bu...saya dari tadi kok gak dikasih?
Bu Ani : (Dengan terpaksa). Oh maaf, silakan Udin!
Udin : Zainal....
Bu Ani : (Merasa lega "kayaknya gak mungkin dia bikin kalimat jorok"). Silakan dilanjut!
Udin : Zainal...burungnya gede.
Bu Ani : @#$%^&*

Saya yakin, sebagian besar dari anda menginginkan punya anak penurut, tidak bandel seperti cerita diatas, iya kan? Pasti kebanyakan inginnya punya anak penurut yang nggak neko-neko, iya kan? Hmmm...boleh sih, tapi coba simak dulu hasil penelitian dibawah ini :

Banyak sekali yg bertanya pada saya; "bagaimana sih supaya anakku jd anak penurut?", biasanya saya tanya balik; "serius pengen punya anak penurut? Udah tau belum resikonya punya anak penurut? Pengen punya anak penurut / anak yang secara mandiri sanggup ambil keputusan?", waaa bingung kan? Hehe. Begini, kalau anak terbiasa suruh nurut maka ia dirumah akan nurut sama kita, lha tapi diluar nurut sama siapa? Kalo dirumah kusirnya kita & anak harus selalu jadi delman selalu nurut kemana kata kusir, lha kalo diluar kusirnya siapa? diluar akan berpotensi ia mudah sekali nurut sama orang lain karena udah terbiasa dengan pola tersebut, lha terus orang lain itu siapa? Bisakah kita jamin orang tersebut punya pengaruh yang baik?

Teman2 ortu yg saya sayangi, dijaman begini lebih masuk akal punya anak yang secara mandiri sanggup ambil keputusan berdasar pertimbangan resiko ketimbang punya anak penurut, anak yg secara mandiri sanggup ambil keputusan tidak akan serta merta mudah nurut ke orang lain apalagi kalau pengaruhnya tidak baik karena sudah terbiasa ambil keputusan sendiri dengan timbang2 resikonya dulu. Jadi kalo mengeluh anak suka ngeyel maka sebetulnya bersyukurlah karena itu bibit awal anak belajar ambil keputusan, belajar punya pendirian, disitulah peran ortu untuk suguhkan menu pilihan keputusan yang bisa anak pilih & paparkan apa saja resiko dibalik masing2 pilihan tersebut, sehingga anak terbiasa timbang2 dulu resikonya sebelum putusin mau lakukan suatu hal, tidak asal nurut saja apa yang orang lain katakan / pilihkan. Jadi, masih tertarik punya anak penurut?

Materi untuk tulisan ini diambil dari broadcast nya @anakjugamanusia karena kami rasa bermanfaat maka kami putuskan untuk mempostingnya. Dengan sedikit improvisasi maka jadilah tulisan ini. Jika anda merasa tulisan ini bermanfaat, silakan share supaya orang lain bisa baca.

Sekian. Terimakasih atas kunjungan Anda :)

Wednesday, 29 January 2014

Bayi Sehat Keuangan Selamat

Tahukah anda tentang manfaat beras merah organix, khususnya untuk bayi? Hmmm...ya sudah, kalau nggak tahu tidak usah mengkerut begitu keningnya, woles aja. Kita akan bahas kok sebentar lagi. Tapi...ada cerita dulu nih, tahu kan dayang sumbi ibunda sangkuriang? Ah masa nggak tahu sih, itu cerita kuno yang melegenda. Nah, jaman dulu kan belum ada penggilingan, jadi kalau habis panen itu gabah nya ditumbuk, baru jadi beras.

Kisah tangkuban perahu itu kan cuma khayalan, yang benar ternyata waktu si sangkuriang nya bikin perahu, mbok dayang sumbi sibuk numbuk gabah. Setelah perahunya selesai, sangkuriang langsung mencari ikan disungai, Mereka memutuskan untuk bakar-bakar ikan, sementara itu gabah yang ditumbuk sudah menjadi beras. Setelah menyiapkan bahan masakan, jam 4 pagi mereka sibuk mencari kayu bakar. Kebetulan karena masih gelap susah sekali mencari kayu bakar. Akhirnya perahu yang baru saja dibikin, dengan terpaksa dijadikan kayu bakar! Hadeeuh...cerita apaan itu! Wkwkwkwkwk (jangan dipercaya, cuma ngarang. Hahaha!)

Oke oke anda pasti sudah nggak sabar dengan materi tentang beras organix ini. Beras organix adalah beras yang dihasilkan dari proses penanaman secara organix. Menggunakan pupuk organix, di lingkungan pesawahan yang tidak terkontaminasi oleh pupuk kimia atau pestisida. Artinya beras organix adalah beras yang betul-betul terjamin sehatnya, terjamin mutunya. Oleh karena beras organix ini terbebas dari beragam pupuk kimia, maka dengan serta merta terbebaslah dari beragam kemungkinan bibit penyakit yang datang dari bahan kimia tersebut. Sekedar gambaran, lihatlah para sesepuh (maksudnya kakek nenek) hehehe. Mereka itu berumur panjang dan penyakitnya ringan-ringan karena jaman dulu obat kimia belum selumrah sekarang.

Nah, lalu apa sih sebenarnya manfaat beras merah organix yang bisa kita dapat, terutama untuk si kecil? Beras merah organix kaya akan serat, sehingga efektif mencegah sembelit. Kandungan asam amino, mineralnya membantu perkembangan otak anak Tinggi zat besi (fe) yang membantu mencukupi asupan zat besi bayi agar terhindar dari anemia. Beras merah organix juga tinggi kandungan vitamin b1 (tiamin) yang diperlukan untuk mencegah beri-beri pada anak. Beras merah organix sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak penderita autis karena banyak mengandung vitamin dan mineral, pun bebas dari polusi dan pestisida. Namun saran kami, sebelum dikasih ke anak anda, masaklah terlebih dahulu. Hehehe!

Mengingat begitu banyaknya manfaat dari beras merah organix ini, maka bisa dikatakan hal ini juga sebagai pencegahan atas berbagai macam penyakit. Coba anda bayangkan, kalau si kecil sudah sakit-sakitan, berapa biaya yang mesti dikeluarkan setiap ke dokter? Belum lagi beban pikiran yang menggelayuti benak anda. Sedia payung sebelum hujan, lebih baik pencegahan daripada pengobatan. Bukankah kalau bayi anda sehat, keuangan anda selamat?

Terima kasih kepada bu. Bidan Erista Silvani,Amd.Keb yang sudah repot-repot menyiapkan materi untuk artikel saya kali ini. Sukses dengan bisnis bubur bayi organixnya yaaah :)

Sekian dulu, semoga bermanfaat. Mari saling mengingatkan, jika tidak keberatan silakan share tulisan ini. Sekecil apapun upaya anda, pasti akan membantu sesama. Dan itu adalah pahala yang tiada tara. Terima kasih.

Wednesday, 22 January 2014

Asah Otak Kanan si Buah Hati Biar Sukses

Selamat sore buat anda pemirsa setia blog sepsum. Kali ini saya ingin membahas peran Otak Kanan untuk ke-Suksesan si Buah Hati.



Suatu hari seorang dokter spesialis asal Amerika mengadakan penelitian. Objek yang dipilih si dokter adalah otak manusia. Datanglah si dokter ke suatu tempat 'pelelangan otak' yang tidak jauh dari laboratorium miliknya.

Setelah memilih & memilah, dari sekian ratus otak yang tersedia, dia menemukan otak yang masih baru tapi murah, dia nanya, "yang ini masih baru yah? Kok murah?", si penjual menjawab "Ooooh itu otaknya orang indonesia. Jarang dipakai makanya keliatan baru!" Hehehehe.

Jujur saja akhir-akhir ini saya memang sedang asyik mengorek-ngorek informasi tentang otak, lebih tepatnya otak kanan. Begitu menariknya bahasan tentang otak kanan ini sampai-sampai saya menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam sehari demi kepuasan.

Bukan sembarang kepuasan lho, ini kepuasan batin yang bermanfaat. Dimana saya nantinya bisa lebih mengassah otak kanan ini. Lha, kok cuma otak kanan, yang kiri begimana?

Memang, baik itu otak kiri maupun kanan keduanya sama-sama penting. Tapi ada baiknya kita lebih mengasah otak kanan karena ianya sangat menentukan keberhasilan seseorang.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Emotional Quotient + Spiritual Quotient (baca : Otak Kanan) itu menentukan 80% kesuksesan seseorang dibanding Intelligence Quotient (baca : Otak Kiri). Hal itu disampaikan oleh pak Ary Ginanjar dalam bukunya The ESQ Way 165.

Kecerdasan Emosi atau EQ seperti yang kita tahu adalah sesuatu yang berkaitan dengan sikap atau attitude, Kecerdasan Spiritual atau SQ adalah hubungan manusia dengan Tuhannya, sedangkan Kecerdasan Intelektual atau IQ lebih pada sesuatu yang bersifat ilmu pengetahuan.

Secara sederhana, perbedaan yang mencolok antara keduanya adalah dimana yang satu pada logika (otak kiri) dan yang satunya lagi kreatifitas (otak kanan). Kalau lah logika ini terbatas pada hal-hal yang hanya realistis & masuk akal, maka kreatifitas berawal dari imajinasi yang tanpa batas.

Maka tak heran banyak tercipta orang hebat, termasuk para penemu adalah mereka yang dominan otak kanan. Coba anda bayangkan, apakah bisa seseorang menciptakan sebuah benda (yang belum ada) tanpa daya imajinasi dan kreatifitas yang kuat? Tanpa membayangkan bentuk, mekanisme, fungsi, dll terlebih dahulu?

Hal mencolok lainnya yang menjadi perbedaan adalah soal keteraturan. Dimana seorang yang dominan otak kiri akan selalu teratur, atau cenderung mematuhi aturan da urut. Sedangkan mereka yang dominan otak kanan yah sebaliknya, tidak teratur, paralel, menyelesaikan beberapa masalah sekaligus.

Seringkali dalam hal pekerjaan, si golongan kanan merangkap beberapa pekerjaan sekaligus. Atau, menangani beberapa proyek sekaligus, atau memiliki banyak bisnis diberbagai bidang usaha. Repot kah? Hmm kelihatannya mereka enjoy-enjoy saja.

Nah, bagaimana biar si kecil otak kanan-nya terasah?

Otak kanan ini kan berkaitan sengan kreatifitas, musik, warna. Nah, salah satu cara yang bisa anda terapkan adalah mulai memfokuskan anak pada minat yang dimilikinya. Bukan memaksanya untuk masuk pada apa yang kita inginkan.

Kalau si anak suka menggambar, biarkan dia be-rkreasi dengan imajinasinya. Begitupun dengan kreatifitas-kreatifitas lainnya, seperti game. Informasi nya ada disini [klik]. Itu baik untuk perkembangan otak kanan mereka.

Beberapa permainan yang juga bisa melatih otak kanan :

  • catur
  • sudoku
  • teka teki
  • puzzle
  • rubik cube
  • game strategi
  • dll
Nah, sudah tahu kan? Boleh salah satu yang paling diminati si kecil, atau mau semuanya juga bagus kok.

Tak terasa, sudah panjang lebar saya bicara. Hehehe tapi mudah-mudahan bermanfaat ya wassalam :)

Monday, 13 January 2014

Buah Hati Anda Butuh Teladan, Bukan Superhero!

Anda tentu kenal tokoh-tokoh superhero seperti Superman, Batman, Ultraman, Spiderman, dll. Atau tokoh-tokoh kartun seperti Naruto, Crayon Sinchan, Spongebob, Dora, Dll.

Coba tanyakan pada anak-anak di sekitar anda tentang tokoh-tokoh yang saya sebutkan diatas. Pasti sebagian besar tahu, bahkan masing-masing punya jagoan favoritnya. Iya kan?

Nah sekarang coba tanyakan tentang Nabi Muhammad SAW, nabi-nabi lainnya, Khulafaur Rasyidin, Muhammad Al-fatih, dan tokoh-tokoh Islam lainnya. Mana kira-kira yang lebih mereka kenal? Anda benar, superhero!

Bahkan yang lebih parahnya, banyak diantara mereka yang meniru-niru tokoh idolanya itu. Dari mulai pakaian, slogan, dan ciri khas lainnya. Awas jangan lengah, bisa-bisa anak anda sampai terjun dari atas genteng gara-gara pengen terbang kaya supermen. Hehehe! ngawur ah.

Sudahlah media menggembosi kita dengan hal-hal yang 'meracuni' pikiran anak-anak, eh kitanya juga kurang peduli dengan masalah semacam itu. Sekarang mari kita merenung sejenak tentang tokoh yang paling saya favoritkan, Rosulullah.

Beliau dilahirkan ditengah-tengah lingkungan yang penuh dengan kebodohan, penuh dengan budaya-budaya sesat semisal menyembah berhala, dan beliau lahir dengan kondisi yatim. Namun, hal itu justru membuat beliau kuat, tegar, berbudi luhur, jujur (digelari Al-amin - terpercaya), sangat ramah, dan masih banyak lagi sifat-sifat baik beliau yang tak mungkin saya bahas semua.

 

Dalam perjalanan hidup beliau, tak ada waktu yang disia-siakan. Setiap detik dalam waktunya beliau gunakan untuk berdzikir. Setiap langkahnya digunakan untuk kebaikan, berdakwah. Semua hartanya digunakan untuk membela agama Allah. Setiap ucapannya adalah wahyu, senda guraunya adalah pahala, tak ada keinginan sedikitpun untuk menghina dan menyakiti, kepada musuh sekalipun.

Satu lagi akhlak beliau yang sangat menggugah hati saya, ketika Abu Bakar menjadi Khalifah sepeninggal Nabi, Abu Bakar bertanya pada 'Aisyah, apa kebiasaan Nabi yang belum pernah aku lakukan? 'Aisyah menjawab, beliau selalu menyuapi wanita tua yang setiap hari duduk pojokan dipasar.

Lalu Abu Bakar mencoba melakukan hal yang sama, dan ternyata wanita tua itu adalah seorang yahudi yang buta dan setiap hari mencela Nabi. Pada suapan pertama, si wanita tua langsung membuang roti dari mulutnya. Dia membentak, siapa kamu? Kamu bukan orang yang biasa menyuapiku!

Abu Bakar kaget, kenapa anda bisa tahu padahal anda tidak melihat? Si wanita tua menjawab, orang yang biasa menyuapiku tahu kalau aku sudah tak bisa mengunyah, makanya dia melembutkan dulu makanannya sebelum diberikan padaku.

Lalu Abu Bakar berkata, tahukah anda bahwa orang yang anda maksud adalah Rasulullah SAW, dan sekarang sudah tiada? Mendengar hal itu si wanita tua menangis, tak kuasa menahan malu dan sedih ditinggalkan orang yang begitu mulia. Saat itu juga dia mengucapkan dua kalimat syahadat. Maa syaa Allah!

Sungguh indah perangainya, sungguh indah lantunan kata-katanya, sungguh luhur budi pekertinya, namun masihkah kita jauh dari ajaran-ajarannya? Masihkah kita lupa bahwa beliau adalah panutan? Masihkah kita biarkan anak-anak kita lebih memfavoritkan dan lebih mengenal superhero daripada Nabi kita?

Sekian dulu, semoga bermanfaat.

Jika tulisan ini anda rasa bermanfaat, silakan share. Pahala besar untuk anda yang peduli sesama :)

Saturday, 11 January 2014

Biarkan Aku Bermain

Banyak anak banyak rezeki...kalimat ini anda pasti sudah sering dengar kan?  Tapi sekarang lain, satu anak banyak rezeki, banyak anak repot bawanya. Hehehe!

Anak adalah anugerah, anak adalah titipan, anak juga 'rezeki' bagi setiap orang tua. Iya toh? Saya tanya sama anda yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak, pasti ada yang kurang. Iya kan? Itulah kenapa banyak yang bilang, sebuah keluarga tidaklah lengkap tanpa kehadiran anak. Yang belum punya momongan tetap berdo'a yah, ikhtiar nya juga ditingkatkan (halah itu mah gak usah disuruh) hehehe.

Bicara soal anak, belum lama ini saya melihat berita di tv soal sewa menyewa anak. Yah, anda tidak salah baca, sewa anak! Lah untuk apa? Nah, coba anda liat di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dll. Pasti anda pernah lihat pengmis yang gendong bayi, atau bawa anak kecil, iya kan? Hal itu membuat anda iba, iya kan? Namun apakah anda menyadari kalau mereka itu memanfaatkan anak sebagai 'alat' mencari uang. Dan yang lebih miris adalah, ternyata anak itu adalah anak sewaan. Yah, itu berarti ada orang yang sangat tega menyewakan anak demi kepentingan mengemis.

" Semboyan 'setiap anak yang dilahirkan membawa rezeki masing-masing' disalah artikan oleh sejumlah masyarakat. Di kawasan kebon kacang, klender Jakarta Timur misalnya sampai kini masih terjadi praktik menyewakan anak untuk diajak mengemis. Hak anak dirampas sekedar mengharap belas kasihan para penerima". Berita ini saya kutip dari merdeka.com beberapa waktu yang lalu.

Coba anda bayangkan kalau seandainya anak anda hilang, tahu-tahu di suatu tempat anda menemukan anak anda sedang dibawa mengemis, pasti sedih, pasti marah, pasti tidak ridho. Iya nggak? Saya tak bisa bayangkan bagaimana masa depan anak-anak itu. Setiap hari yang mereka lihat adalah sikap pesimis, sikap pecundang, sikap kejam para 'orang tua'. Usia emas mereka malah mendapat pendidikan negatif, bukannya pendidikan yang membangun karakter. Saat-saat yang harusnya mereka gunakan untuk bermain, malah harus menemani orang-orang tak bertanggung jawab mengais rupiah. Miris, sungguh miris!


Hikmah yang dapat kita ambil adalah, jangan biarkan kondisi ini berlangsung terus menerus seolah kita menutup mata. Yah, anda yang seorang penguasa saya yakin sudah punya rencana, tinggal mengoptimalkan saja. Anda yang sering merasa iba kepada pengemis, tahukah anda bahwa pengasilan mereka per hari tidak kurang dari 300.000 (sumber : redaksi investigasi Trans7). Saran kami, kalau mau sedekah mending ke lembaga yang resmi atau ke pengurus mesjid. Dan untuk orang-orang yang tega memanfaatkan anak-anak demi uang, kami mohon dengan sangat. Biarkanlah mereka bermain!

Jika tulisan ini anda rasa bermanfaat, silakan share. Pahala besar untuk anda yang peduli sesama :)

Thursday, 9 January 2014

Inspirasi Anak (Abu Nawas)


Alkisah disebuah negeri hiduplah seorang raja yang sedikit nyentrik. Kenapa nyentrik? Yah karena seringkali keinginannya aneh-aneh. Seperti apa? sebentar lagi anda bakalan tahu sendiri. Silakan disimak.


Suatu hari sang raja memanggil seorang kepercayaannya yang bernama Alakabam. Alakabam kaget bukan main ketika seorang utusan raja datang ke rumahnya. Ia harus menghadap raja secepatnya. Entah permaian apalagi kali ini. Pikiran Alakabam tak karuan. Setelah tiba di istana, sang raja menyambut Alakabam dengan sebuah senyuman. Terjadilah percakapan :

Raja : akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut, kata tabib pribadiku aku kena serangan angin
Alakabam : ampun tuanku, apa yang bisa hamba lakukan sehingga tuan memanggil hamba?
Raja : aku hanya ingin kamu memenjarakan angin!
Alakabam : *#@%^? (bengong, bingung, diam 1001 bahasa)!

Angin tak bisa dilihat. Tak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tak seperti halnya air walaupun tidak berwarna, tapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak. Raja hanya memberi waktu tidak lebih dari 3 hari. Alakabam pulang membawa pekerjaan rumah dari sang raja, namun Alakabam tidak gentar karena berpikir sudah menjadi bagian dari hidupnya, bahkan sudah menjadi kebutuhan. Dari hasil pemikirannya, tak jarang dia membawa pulang sepundi emas pemberian dari sang raja.

Sudah dua hari berlalu, Alakabam belum juga dapat ide untuk menangkap angin, apalagi memenjarakannya. Alakabam hampir putus asa, dia tidak bisa tidur walau hanya sekejap. Haripun berlalu, saatnya Alakabam menghadap sang raja . Ditengah keputusasaannya itu, dia teringat tentang lampu Aladin. "Hmmm…bukankah jin itu tak terlihat?" Alakabam bergumam. Tring!! Ahaaa… akhirnya dia menemukan ide. Dengan semangat dia mempersiapkan segala sesuatunya dan bergegas menghadap sang raja.

Setelah bertemu dengan raja, maka terjadilah percakapan :

Raja : Wahai Alakabam, bagaimana tugas dariku. Apakah kau berhasil?
Alakabam : sudah yang mulia! (Alakabam mengeluarkan sebuah botol sambil senyam senyum)
Raja : anginnya mana? Aku tidak melihat apa-apa...
Alakabam : tuanku, dimana-mana angin kan tak bisa dilihat. Coba saja buka tutup botolnya!
Raja : euuaah...bau apa ini? (sang raja memalingkan muka karena baunya sangat menyengat)
Abu nawas : ampun tuanku, tadi hamba buang angin. Sesuai instruksi tuan, maka hamba memenjarakannya di dalam botol. Hehehe
Raja : apa?? hwahahaha…benar-benar cerdas otakmu!!

Alakabam senang ternyata raja tidak marah. Setelah bernegosiasi, Alakabam meminta ganti rugi atas permintaan aneh sang raja dengan sedikit ancaman akan mengumumkan perihal sang raja yang mencium kentut Alakabam. Agak kaget sang raja, namun akhirnya beliau mengalah. Sambil tertawa lebar sang raja memberi hadiah. Alakabam pulang dengan hati sangat puas.

Yah, sekian cerita sang 'pawang angin'. Hehehe! Ternyata bukan pawang angin beneran yah, dia hanya seorang yang amat cerdas. Tahukah anda bahwa 'pawang angin' dalam cerita ini adalah sang Abu Nawas... yah, saya yakin anda juga mengenal sosok ini. Dan raja yang saya maksudkan siapa hayooo? yah, dialah Khalifah Harun Al-raysid yang hidup pada abad ke-8 di negeri Bagdad. Semoga bermanfaat & meng inspirasi. Hehehe!

Jika tulisan ini anda rasa bermanfaat, silakan share. Pahala besar untuk anda yang peduli sesama :)

Monday, 6 January 2014

Gamers Cilik Biasanya Berprestasi

Saya mau nebak nih... Pasti anda yang baca tulisan ini sedang megang gadget kan? hayoo ngaku... atau lagi didepan komputer/laptop kan? Udah lah gak usah ng'les, mana ada buka internet pake tutup panci! Hehehe


Serius yah, kali ini kita mau ngomongin tentang game. Coba deh yang punya android, tab, iPhone, iPad, saya yakin di gadget nya pasti ada game Angry Birds, kalau nggak Ant Smasher, atau Fruit Ninja...iya kan? kenapa saya yakin, yah karena di gadget saya juga ada. Hehehe! Akhirnya saya berkesimpulan bahwa game-game tersebut adalah game paling populer dan paling banyak dimainkan oleh anak-anak. Khususnya anak SD, TK, dan Balita, karena dilingkungan saya & kemanapun saya pergi mereka selalu ada (maksudnya game-game yang tadi).

Usut punya usut, ternyata mengenalkan game dari sejak anak anda masih balita sangat berpotensi untuk kedepannya mereka berprestasi. tidak percaya? Mari kita bahas...

Tapi, sebelum membahas kesana, saya hanya ingin mengingatkan...hanya mengingatkan - karena saya yakin anda sudah tahu - kalau banyak sekali dampak negatif dari kebanyakan bermain game. Apa saja sih dampaknya? Nih saya share sebagian saja yang saya rasa dampaknya paling buruk, khususnya pada anak balita.

  1. Autis. Anda tahu kan, kalau mereka sudah terlalu asyik main game cenderung tidak mau diganggu. Ini sama saja dengan mereka punya dunia sendiri. Dunia yang isinya hanya dia dan tokoh-tokoh game yang disukainya. Bahkan mereka cenderung mengabaikan teman bermainnya didunia nyata. Bayangkan keadaan ini berlangsung terus-menerus sampai mereka dewasa kehidupannya akan seperti apa?
  2. Kurang Tidur. Yah, hal ini pasti sangat kita sadari. Seorang anak yang sudah kecanduan main game pasti menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menekuni kegiatannya itu - bermain game. Namun apa daya, dicegahpun malah membuat mereka jadi rewel. Akhirnya anda juga yang mengalah.
  3. Terlalu Berimajinasi. Walaupun imajinasi itu adalah hal yang sangat positif - khususnya bagi perkembangan otak kanan si anak, namun yah kalau sudah ada kata 'terlalu' pasti lah tidak baik. Karena kesehariannya dipenuhi dengan game, maka didunia nyata pun akan seolah-olah persis seperti game. Makanya bang haji selalu berpesan jangan T E R L A L U...hehehe!
  4. Malas Belajar. Walaupun anak anda masih balita, atau belum masuk playgroup/TK sebaiknya yah belajar itu diterapkan dari sedini mungkin, biar pas masuk TK mereka cepat beradaptasi dan selangkah didepan. Nah, kalau waktu mereka dihabiskan untuk game, pasti malas belajar. Akibatnya? Sampai dewasa, kemungkinan masih begitu.
  5. Agresif. Hampir semua game itu menawarkan tantangan, fighting, kompetisi, & saling jegal. Boleh jadi hal-hal tadi diterapkan dalam konteks positif, maka hasilnya akan bagus. Yang celaka adalah, si anak malah menjadi agresif dalam segala hal tanpa arahan yang benar dari linkungannya.
Anda pasti kesal sama saya. Katanya mau jelasin soal prestasi, tapi kok nggak ada? Iya iya, mengenalkan game sejak usia balita itu memang bisa membuat anak anda berprestasi, prestasi yang paling mungkin yah jago main game. Hehehe

Nah, sekarang anda sudah punya planning kan untuk setidaknya mengurangi waktu anak anda bermain game? Semoga bermanfaat :)

Jika tulisan ini anda rasa bermanfaat, silakan share. Pahala besar untuk anda yang peduli sesama :)

Sunday, 5 January 2014

Cinta Dibalik ASI

ASI (Air Susu Ibu). Siapa diantara anda yang tidak kenal kata itu? Saya yakin semua pasti tahu, bahkan anak TK juga kalau dikasih tahu yah pasti tahu. Hehehe


Yah, seperti yang kita tahu bersama bahwa ASI sangat sangat bermanfaat bagi kita (waktu masih bayi maksudnya hehehe). Bahkan Al-quran menjelaskan dalam surat Al-baqarah (2:233), disebutkan disitu bahwa seorang ibu hendaklah menyusui anaknya selama dua tahun penuh (untuk lengkapnya, buka Al-quran). Ayat ini membuka pikiran kita, kalau seorang bayi yang 9 bulan dikandung itu masih belum sempurna, masih lemah, nah ASI inilah yang menyempurnkannya.

Coba anda pikirkan betapa dahsyatnya manfaat ASI untuk seorang anak. Nih, diantara sejuta manfaat yang terkandung dalam ASI :

1. Menumbuhkan EQ atau kecerdasan emosi sang anak. Ketika sang ibu menyusui bayi adalah saat intim dimana seorang ibu mencurahkan segenap kasih sayangnya bersamaan dengan ASI yang keluar. Secara tak sadar hal itu melatih kecerdasan emosi anak, kecerdasan yang sangat berkaitan erat dengan perasaan. Beda ketika yang dikasih adalah susu sapi melalui dot, mau merk apapun yah keluarnya dari sapi. Kebayang kan?

2. Kandungan Gizi yang tidak terdapat dalam susu formula atau kalau ada kemungkinan sangat kecil, seperti : Immunoglobulin A (IgA) yaitu zat yang melindungi bayi dari serangan infeksi, Ganfliosida (GA) yang berperan dalam pembentukan memori dan fungsi otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi, Protein yang disebut protein kasein dan whey. Protein yang terdapat dalam ASI ini bersifat lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, dibandingkan dengan protein yang berasal dari susu mamalia lainnya, Asam Lemak yang merupakan komponen dari semua jaringan tubuh dan diperlukan untuk perkembangan jaringan sel, otak, retina dan susunan saraf.

3. Ibu sehat cantik dan ceria. Karena ibu yang menyusui setelah melahirkan zat oxytoxin-nya akan bertambah, sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar setelah melahirkan.

4. Menyayangi bumi, menyukseskan perlindungan alam. ASI bersuhu alami segar bebas bakteri, maka tak perlu dipanaskan dan disteril, bisa mengurangi pemborosan bahan bakar.

5. Ngirit biaya. Kalau nggak percaya yah dicoba aja (saya nggak omong kosong, karena ini hasil riset dari orang-orang sekitar)

Loh katanya sejuta, kok cuma 5?
Lah emang kalo ditulis semua situ mau baca satu-satu?
haarrrr

Zaman sekarang, banyak sekali alasan untuk seorang ibu jarang memberi ASI pada anaknya...sibuk lah, susah keluar lah, padahal ada sejuta manfaat yang kita dapat dari ASI. Sekarang taruh lah anda memang bermasalah dengan ASI, saya tanya sudah sejauh mana anda berusaha? Sudah berapa cara anda tempuh? Pasti ada solusi, PASTI. Lah kambing saja nggak mau minum susu dari sapi, masa anak anda sikadih susu sapi? Hehehe!

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa tidak mungkin Al-quran membahasnya kalau tidak terbukti kebenarannya. Kalau anda masih ogah-ogahan berusaha ngasih yang terbaik untuk bayi anda, masih nggak mau repot, saya sarankan mending miara boneka aja biar praktis...hahaha

Jika tulisan ini anda rasa bermanfaat, silakan share. Pahala besar untuk anda yang peduli sesama :)
Ada yang lebih menarik disini.....KLIK!!